Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Manipulasi Iblis

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua. (QS. Al-A’rof: 20-21)

Kebutaan Hati

وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلًا

“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.

Ketika berbicara tentang akhirat kadangkala hanya mampu menyentuh hati dalam dimensi waktu sejenak yang tidak bertahan lama. Itu terjadi bukan karena akhirat tidaklah begitu penting untuk selalu diingat, namun karena persentuhan antara dunia yang berada nyata secara terus menerus dan bayangan akhirat yang seakan masih jauh membuat pandangan akan kehidupan akhirat mudah terlupakan hanya dalam beberapa saat setelah ia nampak begitu jelas di depan mata yang setelah mentadaburi ayat-ayat Allah yang kadang disertai dengan cucuran air mata.

"Dan untuk aku beramal sholeh yang Engkau ridhoi." ( Al-Ahqof: 15)

Sebuah gambaran yang sangat berbahaya yang semestinya diwaspadai setiap orang adalah memandang hebat dirinya. Ia merasa memiliki kemampuan dan kelebihan di atas orang lain. Perasaan seperti itu atas dirinya ketika menghinggapi seseorang akan menjadikan seorang itu sering dan suka membicarakan dirinya, tidak suka akan kritikan orang lain, menganggap besar atas apa yg telah dilakukannya, banyak menggunakan ucapan: Aku, kalau aku, itu karena aku.. dsb.

Fase Tua Renta

Masa tua renta adalah fase kembalinya seseorang seperti anak-anak. Tanpa keceriaan anak-anak dan kepolosan mereka yang disenangi semua orang! Orang tua itu terus kembali ke belakang. Kemudian ia melupakan apa yang telah ia ketahui, sarafnya melemah, pemikirannya melemah, daya tahannya melemah, hingga akhirnya ia menjadi anak-anak. Namun jika anak-anak itu disenangi bicaranya yang salah-salah dan menarik hati dan perhatian setiap kali ia berbuat kekeliruan, maka seorang tua renta itu sebaliknya.

Dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani, berbagai macam cara yang ditempuh oleh manusia untuk mencari sesuatu yang dapat melegahkan jiwanya, mencari kemuliaan di tengah-tengah manusia. Bebagai cara dilakukan, baik dengan cara yang terhormat ataupun bukan, yang sesuai dengan tuntunan syariat ataupun bukan. Bahkan kadang tak memperdulikan nilai-nilai norma dalam agama dan masyarakat. Ketika kebutuhan jiwa terpenuhi, perasaan bahagiapun tersegarkan, kemudian merasa bangga dan mulia. Namun kadang kala kebanyakan orang melupakan hakikat dan karakteristik kemuliaan yang sebenarnya yang Allah SWT gambarkan di dalam Al-Quran.

Masjid Qiblatain

Jabal Uhud

Gambar Masjid Nabawi dan Jabal Uhud pada zaman Rosulullah saw

Masjid Quba


Kawasan Medan Magnet


-Jamaah haji dari seluruh dunia sedang melaksanakan Thowaf-


Berharap Padi di dalam lesung
Namun yang ada rumput jerami
Berharap hati bertatap langsung
Namun hanya terlayang ucapan ini

Saya mohon maaf lahir dan bathin pada semua pengunjung blog ini, atas posting yang kurang berkenan, komen dan sapa yang belum dibalas, pertanyaan yang belum dijawab.. Semenjak pulang ke tanah air 21 Ramadan yang lalu saya belum sempat posting lagi..
Mudahan puasa kita, sholat kita, qiyam kita, i'tikaf kita, infak kita dan semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini dapat menjadi sinergi ruhiyah kita dalam menjalani hari-hari untuk satu tahun ke depan sampai kembali bertemu romadhan lagi. Amiin..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H.



Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW beliau bersabda: “Sungguh Allah mempunyai malaikat-malaikat yang mulia yang selalu berjalan mencari majlis zikir, apabila mereka mendapatkan suatu majlis yang dipergunakan untuk berzikir, maka mereka duduk di situ dan masing-masing malaikat membentangkan sayapnya, sehingga memenuhi ruangan yang berada di antara ahli zikir dan langit dunia.

Apabila ahli zikir itu telah kembali ke rumah masing-masing, maka para malaikat itu naik ke langit, dan kemudian ditanya oleh Allah SWT padahal Allah telah mengetahuinya;

“Dari mana kalian datang?” Para malaikat menjawab, “Kami baru saja mendatangi hambaMu di bumi yang membaca tasbih, takbir, tahmid dan memohon kepadaMu.”

Allah bertanya, “Apakah yang mereka minta?”

Malaikat menjawab, “Mereka minta syurga,”

Allah bertanya, “Apakah mereka pernah melihat syurga Ku?”

Para malaikat menjawab, “Belum pernah”

Allah bertanya, “Bagaimana jika mereka melihat syurga Ku?”

Para malaikat menjawab, “Mereka juga mohon diselamatkan”

Allah bertanya,”Mereka mohon diselamatkan dari apa?”

Para malaikat menjawab, “Dari neraka Mu.”

Allah bertanya, “Apakah mereka pernah melihat neraka?”

Para malaikat menjawab, “Belum pernah.”

Allah bertanya, “Bagaimana jika mereka pernah melihatnya?”

Para malaikat menjawab, “Mereka juga memohon ampun kepada Mu.”

Allah berfirman, “Aku telah mengampuni mereka, maka Aku akan memenuhi permohonan mereka dan akan menjauhkan mereka dari apa yang mereka mohon untuk diselamatkan.”

Para malaikat berkata, “Wahai Robbi, di dalam majlis itu ada si Fulan, seorang hamba yang banyak berdosa, ia hanya lewati kemudian ikut duduk bersama mereka.”

Allah berfirman, “Kepada Fulan pun Aku mengampuninya. Mereka semua adalah termasuk ahli zikir, di mana tidak ada seorang yang duduk di situ akan mendapatkan celaka.” (HR Bukhari Muslim)

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila berkumpul satu kaum dalam rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Al Qur’an dan mempelajarinya, maka ketenangan pasti akan turun kepada mereka, rahmat Allah melingkupi mereka, malaikat-malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan makhluk yang ada di dekat-Nya (para malaikat).”(HR Muslim)

Pada tanggal 28 juli yang lalu, saya menemani rombongan jamaah umroh khadim wisata ziarah di kota Mekah, diantaranya ke Jabal Rahmah di Arafah.

Biasanya ketika turun dari bus orang-orang arab badui dengan onta mereka langsung menghampiri para jamaah untuk berkeliling di sekitar Jabal Rahmah atau sekedar berpose dengan onta. Mereka menawarkan sambil memasangkan 'simagh' (sorban) di kepala jamaah laki-laki, sambil mengatakan, "Lima riyal-lima riyal". Maklum mereka sudah fasih berbahasa Indonesia.

Onta-onta tersebut begitu patuh dengan tuan-tuan mereka. Saya jadi ingat dengan sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Sunannya, Hadist nomor 2551.

Disana disebutkan Rosulullah menghapus airmata seokor onta yang sedang menangis, lalu Rosulullah bertanya: "Siapa pemilik onta ini?"

Maka datanglah seorang pemuda anshor lalu berkata: Ïni onta saya wahai Rosulullah". Lalu Rosulullah bersabda: "Tidakkkah engkau takut kepada Allah atas perlakuanmu terhadap hewan ini yang telah Allah karuniakan kepadamu? Sesungguhnya ia mengadu kepadaku bahwa engkau telah membiarkannya lapar dan menyakitinya".

Subhanallah.. Jangankan manusia ya.. Onta saja yang sudah dipekerjakan dan dibiarkan lapar bisa menangis.. Bagaimana dengan nasib-nasib karyawan-karyawan yang gaji mereka tidak dibayar oleh perusahaan mereka sehingga anak istri mereka kelaparan dan menangis.. Tidakkah mereka takut dengan Allah..?

Berikut bunyi hadistnya:

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا مَهْدِىٌّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِى يَعْقُوبَ عَنِ الْحَسَنِ بْنِ سَعْدٍ مَوْلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِىٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ : أَرْدَفَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَلْفَهُ ذَاتَ يَوْمٍ فَأَسَرَّ إِلَىَّ حَدِيثًا لاَ أُحَدِّثُ بِهِ أَحَدًا مِنَ النَّاسِ وَكَانَ أَحَبُّ مَا اسْتَتَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِحَاجَتِهِ هَدَفًا أَوْ حَائِشَ نَخْلٍ. قَالَ : فَدَخَلَ حَائِطًا لِرَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ فَإِذَا جَمَلٌ فَلَمَّا رَأَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- حَنَّ وَذَرَفَتْ عَيْنَاهُ فَأَتَاهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَمَسَحَ ذِفْرَاهُ فَسَكَتَ فَقَالَ : « مَنْ رَبُّ هَذَا الْجَمَلِ لِمَنْ هَذَا الْجَمَلُ ». فَجَاءَ فَتًى مِنَ الأَنْصَارِ فَقَالَ : لِى يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَقَالَ : « أَفَلاَ تَتَّقِى اللَّهَ فِى هَذِهِ الْبَهِيمَةِ الَّتِى مَلَّكَكَ اللَّهُ إِيَّاهَا فَإِنَّهُ شَكَى إِلَىَّ أَنَّكَ تُجِيعُهُ وَتُدْئِبُهُ ».


Pak Saifullah Tamliha, Aditya M Arifin, Ibu Hayatun Fardah dan Adistya Dewi


Ibu Hayatun Fardah, Adistya Dewi dan Aditya Mufti selesai thawaf.


Aditya Mufti Arifin dan Zulhamdi di depan Masjidil Haram


Pak Syaifullah Tamliha (Sekpri Gubernur Banjarmasin) dan Zulhamdi


Suasana thawaf ketika umroh. Alhamdulillah lumayan sepi.


Mbak Adistya Dewi di Depan Masjid terapung Jedah

Keluarga Gubernur Banjarmasin di kawasan Lait Merah Jedah

Jamaah Haji Amsor Travel berfhoto bersama di daerah Goa Hiro Mekah

Setelah melaksanakan thowaf, penuh perjuangan namun tetap khusyu'

Menikmati makan malam bersama di Restoran Legenda Hilton Mekah. dari kiri ke kanan: Hj. Ratmini, Hj. Arifah, Hj. Fathimah, Hj. Tasiwan

Sepasang pengaten baru menikmati bulan madu bersama di Arofah :)

Pengajian dhuha bersama di Hotel Al-Hares, selama menunggu tarwiyah

Mengantri untuk makan siang setelah melakukan wukuf di Arofah

Menikmati suasana bersama di Arafoh setelah wukuf dan makan siang. Dari kiri ke kanan: Bu Hj. Arifah, Hj. neneng, H. Dede, Zul, Fathimah, Hj. Aminah, Hj. Zahra, hj. Nani

Berpose menjelang ke berangkatan ke Muzdalifah untuk Mabit bersama. Dari Kiri ke kanan: H....,H....,H. Nur Choliq, H. Indra, H. Johny, Zul, H. Syamsul, H. Asrul. Bawah: H. Rahadi, H... ,H. Hendra

Sambil menunggu kedatangan bus di depan Sofitel setelah thowaf wada'

Berziarah di Kota Rosulullah, berfose bersama di depan Masjid Nabawi

Berpose bersama di depan Hotel Movenpick Madinah sebelum kepulangan

Bagi yang ingin melaksanakan ibadah haji atau umroh bersama Ust. Taufik Rahman silahkan hubungi nomor berikut 0816 115 7977. Insya Allah dalam melaksanakan ibadah umroh dan haji anda akan mendapatkan pelayanan ibadah dan servis perjalanan dengan baik selama di Mekah, di Madinah dan sampai kembali ke tanah air. Karena selama beberapa kali saya ikut menjadi pembimbing dan Muthowif bersama Ust. Taufik, beliau sangat memperhatikan kenyamanan jamaah dalam melakukan ibadah selama umroh dan haji. Sampaikan saja mengenal ust. Taufik dan Travel beliau dari Zulhamdi, insya Allah anda mendapat diskon dari beliau. Saat ini beliau menjadi Direktur sekaligus Pembimbing Ibadah Umroh dan Haji Travel Labbaika yang beralamat di Radar Auri Cijantung.


















;;