Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua. (QS. Al-A’rof: 20-21)
Kisah ini adalah kisah yang telah lama diketahui oleh manusia, yaitu kisah antara Adam, Hawa dan iblis. Kisah yang diabadikan dalam Al-Quran dengan pengambaran yang sangat gamblang dan jelas, yang diceritakan langkah demi langkah, tentu memberikan sebuah gambaran kepada kita bahwa ketika Bapak dan Ibu dari seluruh manusia itu digoda oleh iblis, maka anak keturunannyapun tidak luput dari godaan itu. Seperti itulah ikrar iblis kepada Allah ketika diusir dari surga.
“Sungguh saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus”. (QS. Al-A’rof: 16)
Langkah-langkah yang ternyata telah berhasil membuat Adam dan Hawa tertipu akan selalu digunakan oleh iblis untuk menggoda anak keturunan Adam. Namun jurus-jurus yang sudah diketahui itu kadangkala sering tidak disadari, sehingga kembali membuat manusia tertipu.
Manusia telah dimuliakan Allah, diumumkan kelahirannya kepada makhluk tertinggi dalam majelis para malaikat, para malaikat diperintahkan sujud kepada Adam. Manusia diberikan dua potensi berupa kebaikan dan keburukan, petunjuk dan kesesatan. Pada dirinya terdapat kelemahan tertentu, kalau ia tidak konsisten pada perintah Allah maka dari titik-titik kelemahan itulah ia dapat dimasuki oleh setan.
Bisikan setan ini tidak diketahui bagaimana caranya, akan tetapi kita dapat mengetahui sasarannya berdasarkan informasi yang benar dari Al-Quran, sasaran penyesatan itu adalah titik kelemahan pada diri manusia. Setan mempermainkan kecenderungan manusia yang tersembunyi, manusia ingin kekal, diberi umur yang panjang sehingga sepertinya kekal, manusia juga ingin memiliki kepemilikan yang tak terbatas padahal usia mereka pendek dan terbatas.
Dalam ayat ini diketahui bahwa manipulasi yang digunakan iblis adalah: “An takuunaa malakaini au takuunaa minal khalidin.”
Dalam penjelasan qiroah malakaini ada dua bacaan yang dapat dijadikan pengertian untuk memahamai maksud dari ayat ini. Bacaan pertama adalah: malikaini yaitu huruf lam dibaca kasroh yang berarti dua orang raja, yakni raja dan ratu, bacaan ini dikuatkan oleh nash lain dalam surat Thaaha: “Maukah aku tunjukan kepada kalian berdua, kepada pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan punah”. (QS. Thaha: 120)
Atas dasar bacaan ini, maka manupulasi ini adalah kekuasaan yang abadi dan umur yang kekal. Keduanya merupakan syahwat atau kecenderungan yang paling kuat dalam diri manusia.
Bacaan kedua adalah malakaini, huruf lam dibaca fathah yang berarti dua malaikat, maka manupulasi setan itu adalah dengan melepaskan manusia dari ikatan-ikatan fisik seperti malaikat yang kekal.
Ketika Iblis ini mengetahui bahwa Allah melarang Adam dan Hawa memakan buah ini, dan larangan ini terasa berat dalam jiwa mereka, maka untuk menggoyang hati mereka, iblis menimbulkan khayalan dan angan-angan kepada mereka, di samping juga mempermainkan syahwat dan keinginan mereka. Bahkan iblis memperkuat dengan sumpah bahwa ia adalah pemberi nasehat yang berlaku jujur.
Adam dan istrinya lupa karena pengaruh dorongan syahwat dan sumpah setan yang penuh tipu daya bahwa setan adalah musuh mereka yang tidak mungkin menunjukkan mereka kepada kabaikan.
Sayyid Qutb dalam tafsirnya menjelaskan bahwa, “Sesungguhnya iblis hanya mendatangi mereka dari titik kelemahan mereka dan tempat masuknya syahwat. Tidak ada yang dapat melindungi manusia dari godaan setan itu kecuali dengan memperkuat iman dan zikir, memperkuat pertahanan dari penyesatan dan bisikan jahatnya, mengalahkan syahwat dan menundukan hawa nafsu kepada petunjuk Allah.”
Manusia dapat saja berbuat keliru dan lupa. Pada dirinya terdapat kelemahan yang dapat dimasuki setan, ia tidak selamanya patuh dan tidak selamanya istiqomah. Akan tetapi ia dapat mengejar kekeliruannya, mengakui kesalahannya, menyesali perbuatan, dan memohon pertolongan dan ampunan kepada Tuhannya. Karena manusia mempunyai potensi untuk kembali ke jalan yang benar dan bertaubat , tidak keterusan dalam maksiat sebagaimana halnya setan.
Ketika manusia menyadari akan kekeliruannya dan terjatuh dalam kemaksiatan maka ucapan yang keluar adalah seperti ucapan yang keluar dari dari bibir Adam dan Hawa:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’rof: 32)
Dengan mengetahui manipulasi iblis tersebut, diharapkan kita menjadi waspada terhadap hal-hal serupa yang menjadi tempat sasaran iblis dalam menggoda dan menyesatkan manusia. Wallahu a’lam bisshowab.
Oleh Zulhamdi M. Saad, Lc
وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلًا
“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.
Ketika berbicara tentang akhirat kadangkala hanya mampu menyentuh hati dalam dimensi waktu sejenak yang tidak bertahan lama. Itu terjadi bukan karena akhirat tidaklah begitu penting untuk selalu diingat, namun karena persentuhan antara dunia yang berada nyata secara terus menerus dan bayangan akhirat yang seakan masih jauh membuat pandangan akan kehidupan akhirat mudah terlupakan hanya dalam beberapa saat setelah ia nampak begitu jelas di depan mata yang setelah mentadaburi ayat-ayat Allah yang kadang disertai dengan cucuran air mata.
Orang-orang yang ada di dalam hatinya iman selalu tersadarkan jiwanya untuk mengingat hari akhirat. Namun ada di antara manusia yang tak pernah terbayangkan sama sekali baginya bagaimana akhirat? Sedangkan hari-harinya dipenuhi dengan kesibukan dunia, harta dan nafsu. Maka sangat wajar kalau akhirat bukanlah hal yang penting untuk menjadi bahan pikiran dan ambisi demi mencapai kebahagiaan hidup di sana kelak. Mata hatinya telah ditutupi dengan keduniaan sehingga akhirat tidak lagi nampak. Di dalam surat Al-Isra ayat 72, Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.
Maksud kebutaan di dunia pada ayat di atas para ahli tafsir memiliki dua pendapat, seperti yang ditulis Oleh Imam Ar-Razi dalam tafsirnya:
Pendapat pertama: Kebutaan ini bukanlah menunjukkan kebutaan mata di dunia, melainkan kebutaan hati, yaitu kebutaan hati di dunia dan di akhirat. Adapun kebutaan hati di akhirat ini mempunyai banyak penafsiran, di antara penafsiran yang disebutkan oleh ulama adalah:
Pertama: Ikrimah meriwayatkan bahwa datang sekelompok orang dari yaman menemui Ibnu Abbas ra. bertanya tentang ayat ini, kemudian Ibnu Abbas menyuruh membaca ayat sebelumnya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Isro: 70)
Ibnu Abbas berkata: “Barang siapa yang buta matanya dari kenikmatan-kenikmatan ini yang telah ia lihat dan nampak dengan jelas maka di akhirat ia akan buta darinya”.
Kedua: Al-Hasan berkata: “Siapa yang sesat dan kafir di dunia, maka di akhirat ia akan lebih buta dan sesat lagi. Karena kebutaan di dunia ketika ia bertaubat maka akan diterima taubatnya, sedangkan di akhirat tidak ada pengampunan.”
Ketiga: Bukanlah kebutaan di akhirat adalah kebutaan terhadap Allah, karena penduduk akhirat semuanya mengenal Allah. Yang dimaksud dalam ayat ini adalah kebutaan dari jalan ke surga, karena barang siapanya di dunia buta dari mengenal Allah maka di akhirat ia buta dari jalan masuk ke dalam surga.”
Keempat: Orang-orang yang buta hatinya di dunia itu terjadi karena ketamakan mereka dalam meraih dan menikmatinya. Keinginan ini semakin bertambah di akhirat, maka bertambah besarlah kerugian mereka. Mereka tidak memiliki cahaya sedikitpun dalam mengenal Allah, maka mereka tetap berada dalam kegelapan dan kerugian, Itulah arti kebutaan.
Pendapat kedua: Kebutaan di akhirat yang dimaksud adalah bukan hanya butanya hati, tetapi butanya mata dan penglihatan. Maka barang siapa di dunia buta hatinya dari mengenal Allah maka di akherat akan dibangkitkan dalam keadaan buta mata dan penglihatannya. Sebagaimana firman Allah:
ونحشرهُ يَوْمَ القيامة أعمى قَالَ رَبّ لِمَ حَشَرْتَنِى أعمى وَقَدْ كُنتُ بَصِيراً قَالَ كذلك أَتَتْكَ اياتنا فَنَسِيتَهَا وكذلك اليوم تنسى
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan." (QS. Thoha: 124-126)
وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ القيامة على وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمّا
“Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak.” (QS. Al-Isra: 97)
Mudah-mudahan hati kita tidak ditutupi selalu dengan keduniaan sehingga keindahan kehidupan di akhirat selalu nampak terang di depan mata kita, ada bayang-bayangnya yang membuat kita rindu menuju ke sana, rindu bertemu Allah, rindu bertemu Rosulullah, rindu untuk dapat tinggal di surga. Sehingga kerinduan dalam mencapainya menjadi impian terbesar yang dapat diwujudkan. Amiin. Wallahu ‘alam bisshawab.
Oleh Zulhamdi M. Saad, Lc
Perputaran hari bergerak begitu cepat, bahkan terasa lebih cepat daripada kilat, hari-hari di mana kita memiliki kesempatan untuk mengisinya dengan ketaatan kepada Allah. Ramadhan telah berlalu beberapa hari, sedang jiwa masih belum merasakan siraman kesejukan dari nuansa ramadhan yang penuh dengan ampunan dan rahmat Allah. Mungkinkah ada yang salah dengan niat puasa kita?
Pertanyaan yang mungkin membuat kita terkaget, bagaimana mungkin niat puasa ini salah, sedangkan telah diniatkan sejak hari pertama untuk berpuasa karena mengharapkan keridhoaan Allah semata?
Kaum Muslimin Sdang sholat Jumat yang berbahagia
Marilah kita coba renungi dan fahami apa yang ia inginkan oleh Rosulullah saw tercinta dari sabdanya:
من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه
"Barangsiapa puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharap pahala, dosa-dosa sebelumnya akan diampuni".
Inilah titik awal yang diberikan oleh Rosulullah kepada kita, beliau telah meletakkan dasar yang paling penting, yang menjadi kaedah untuk setiap amalan yang dilakukan, sebagaimana Sabda Rosulullah: "Setiap amalan itu dengan niatnya, dan setiap yang didapati orang muslim sesuai dengan apa yang diniatkan".
Hadist di atas merupakan titik tolak dalam kehidupan seorang Muslim, baik saat ia melakukan pekerjaan duniawi atau amalan akherat, ia lakukan tanpa memandang keuntungan, penampilan atau kedudukan, tidak mengharapkan pujian orang, juga tidak takut celaan, tetapi yang ia inginkan hanyalah balasan kebaikan dari Allah dan surga-Nya. Oleh sebab itulah niat menjadi lebih penting dari sebuah amalan.
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah
Bulan dengan segala kebaikan di dalamnya masih bersama kita, ia memang telah berlalu beberapa hari, namun hari-hari itu akan akan cepat berakhir, sesal kemudian tiada berguna lagi. Bulan ampunan dan rahmat itu masih dapat diraih. Apakah kita isi dengan taubat saat orang terlelap setelah tarawih? Apakah hanya puas dengan sholat tarawih saja kemudian kita merasa cukup untuk tidak melakukan Qiyamullail? Apakah cukup dengan makan sahur saja, namun waktu sahur yang begitu mahal tidak kita gunakan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampounan kepada Allah. Ataukah cukup puas dengan berpuasa, namun enggan membaca Al-Quran, sedang bulan puasa adalah bulan diturunkannya Al-Quran? Bahkan Rosulullah telah memberikan teladan dengan banyak membaca dan menghatamkan Al-Quran pada bulan ramadhan.
Banyak umat muslim yang bertanya, kenapa setelah masuk bulan ramdhan, dan setelah keluarnya dari ramdhan, kondisi kami biasa-bisa saja, iman kami sama dengan sebelumnya. Firman Allah dalam ayat 183 surat Al-Baqoroh tersebut ternyata tidak terbukti.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Banyak juga yang bertanya, kenapa hati ini tidak bisa khusyu’? Kenapa mata ini tidak bisa menangis, padahal sungguh kami telah menahan lapas dan dahaga, menahan nafsu syahwat selama berpuasa? Rosulullah sudah pernah mewanti-wanti umatnya dengan sabda beliau: “Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.”
Inilah kesempatan kita untuk kembali melihat dan merenungi secara mendalam niat puasa kita, sebelum puasa ini semakin meninggalkan kita.
Hadirin sidang sholat jumat yang berbahagia
Lalu niat puasa yang seperti apa yang dapat memberikan perubahan dalam diri setelah melaksanakan ramadhan?
Mayoritas dari kita hanya terfokus pada puasa dari sudut pengertian berpuasa yaitu menjauhkan diri dari makanan, minuman dan berhubungan seksual sejak fajar sampai petang. Jika hanya dengan pengertian seperti ini, maka bagaimana mungkin kwalitas ketakwaan akan meningkat?.
Maka niat puasa yang perlu ditanamkan di dalam hati adalah:
Pertama: Berniat untuk berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ampunan dari Allah. Dengan penuh keimanan maksudnya adalah meyakini bahwa ibadah puasa adalah wajib dilaksanakan dengan dasar iman. Adapun maksud dari ihtisaban adalah pengharapan pahala dan ampunan dari Allah. Niat berpuasa selama bulan ramadhan untuk mencapai derajat takwa, niat berpuasa selama bulan Ramadhan agar Allah memberi rahmat, ampunan dan pembebasan dari api. Berharap agar Allah mencegah kita jatuh ke dalam dosa Allah. Niatkan setelah selesai melaksanakan puasa ramadhan agar Allah menjadikan aku manusia yang lain dari sebelum ramdhan yang penuh dengan kebaikan dan amal sholeh.
Kedua: Dengan menjaga lisan dan seluruh anggota tubuh dari yang membatalkan. Bertolak dari sabda Rosulullah: الغيبة تفسد الصوم "Fitnah membatalkan puasa". Maka semua ungkapan dan ucapan yang membawa kepada dosa dan menyakiti orang dapat membatalkan puasa. Tidak akan membiarkan telinga mendengarkan sesuatu yang membuat Allah murka. Baik itu lagu-lagu yang mengundang syahwat, ataupun membicarakan dan mendengar hal-hal yang tidak senonoh. Karena selama romdhan sebaik-baik lagu yang disenandungkan dan didengar adalah Al-Quran.
Bagaimana mungkin jika selama romadhan tetap asyik dengan lagu-lagu yang melalaikan, akan mampu menahan lisan dan telinganya dari syahwat di luar ramadhan. Maka mengucapkan dan mendengarkan sesuatu yang membawa kemurkaan Allah adalah membuat pahala tidak bernilai apa-apa.
Sidang sholat jumat yang dimuliakan Allah
Hal Ketiga tidak kalah penting adalah: Tidak akan melepaskan pandangan mata kepada hal yang haram, baik pagi maupun malam, karena dengan melihat hal-hal yang yang dapat menimbulkan syahwat akan mengalihkan perhatian hati dari mengingat Allah Yang Maha Kuasa. Rosulullah bersabda:
النظرة سهم مسموم من سهام إبليس ، فمن تركها خوفًا من الله آتاه الله إيمانًا يجد حلاوته في قلبه
"Pandangan itu merupakan panah beracun dari anak panah Iblis, barang siapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan melimpahkan kemanisan iman di hatinya”.
Maka saatnya ramadhan adalah saat yang tepat untuk meraih limpahan manisnya iman dari Allah.
Kelima: Berniat puasa dengan menjadikan setiap langkah kita adalah untuk memenuhi kebutuhan saudara sesama muslim. Rosulullah bersabda:
ومن مشى مع أخيه المسلم في حاجته حتى يثبتها له أثبت الله تعالى قدمه يوم تزل الأقدام
“Barang siapa yang berjalan bersama saudaranya muslim dalam memenuhi keperluan saudaranya sehingga hajatnya terpenuhi, maka Allah akan memantapkan langkah kakinya pada hari kiamat.”
Langkah kebaikan dapat juga berupa berziarah kepada saudara kita ketika bulan ramadhan. Dalam sebuah hadist Rosulullah menceritakan:
زار رجل أخا له في قرية ، فأرصد الله له ملكا على مدرجته ، فقال : أين تريد؟ قال : أخا لي في هذه القرية ، فقال : هل له عليك من نعمة تربها؟ قال : لا إلا أني أحبه في الله. قال : فإني رسول الله إليك أن الله أحبك كما أحببته
“Seseorang menziarahi saudaranya disebuah desa, Maka Allah mengutus malaikat untuk menemui dan menanyakan maksud tujuannya. Malaikat berkata: “Mau kemana engkau?” Orang itu menjawab: “Aku ingin menziarahi saudaraku di desa ini”. Malaikat kembali bertanya: “Apakah karena ia punya sesuatu padamu yang akan engkau ambil.” Ia menjawab: “Tidak, akan tetapi aku datang kepadanya karena aku mencintainya karena Allah”. Kemudian malaikat berkata: “Sesungguhnya aku adalah malaikat yang diutus untuk menyampaikan kepadamu bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu.”
Di antara langkah kebaikan lainnya yang diniatkan ketika puasa adalah langkah menuju masjid untuk sholat berjamaah. Rosulullah bersabda:
أعظم الناس أجرا في الصلاة أبعدهم إليها ممشى
“Pahala yang paling besar dalam sholat adalah siapa yang langkahnya lebih jauh.”
Hadirin Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan Allah
Keenam: Niatkan saat berpuasa adalah dengan menjadikan tangan kita tangan yang di atas. Namun yang banyak terjadi di bulan ramadhan adalah semakin banyak dan bertambahnya tangan-tangan yang di bawah, meminta-minta dengan memanfaatkan moment romadhan saat orang menjadi dermawan. Rosulullah memuji orang-orang yang bekerja dengan tangannya sendiri, bukanlah dengan mengaharapkan belas kasihan orang lain, sebagaimana sabdanya:
أطيب الكسب عمل الرجل بيده
“Sebaik-baik pekerjaan seseorang adalah yang bekerja dengan tangannya sendiri.”
ketujuh: Tidak membiarkan nafsu perut menguasai diri ketika berbuka puasa dari makanan yang berlebihan, meskipun makanan itu halal dan diperbolehkan. Umar pernah mengatakan: "Waspadalah terhadap kerakusan dalam makanan dan minuman, sesungguhnya ia akan merusak tubuh, mewariskan penyakit, menyebabkan malas untuk sholat. Hendaklah kalian pertengahan saja, karena itu baik untuk tubuh, dan terhindar dari pemborosan. Sesungguhnya seseorang tidak akan binasa kecuali memperturuti syahwatnya di atas agamanya".
Kedelapan: Berhenti total dari melakukan perbuatan dosa, apakah telinga ataupun mata. Dosa yang diperbuat oleh lidah ataupun tangan. Baik kaki maupun perut atau kaki atau perut. Berhenti dari keinginan-keinginan nafsu pada malam hari sebagaimana ia mampu menahan dirinya di siang hari.
Jabir berkata, "Apabila engkau berpuasa, maka puasakanlah pendengaranmu, penglihatan dan lidah kebohongan dan dosa. Berhentilah dari menyakiti tetangga. Hendaklah engkau saat berpuasa dalam kondis yang tenang. Jangan engkau samakan dirimu saat puasa dan tidak berpuasa sama saja.”
Itulah di antara hal-hal yang perlu dijaga saat meniatkan puasa. Semoga dengan cara ini mampu membuat puasa Ramadhan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Dan Allah menguatkan azam kita yang kuat untuk menjadikan ramadhan tahun ini sebagai titik perubahan. Amiin ya rabbal ‘alamin.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه وتوبوا إليه إنه هو التواب الرحيم
Wallahu a’lam bishowab.
Oleh Zulhamdi M. Saad, Lc
Ramadhan Sarana Memperbaharui Kehidupan
Diposkan oleh Zulhamdi M. Saad, Lc di Selasa, Agustus 25, 2009
شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس و بينات من الهدى والفرقان
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) (QS. Al-Baqoroh: 186)
ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريفا متفق عليه
“Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahya dari api neraka dengan puasa itu sejauh tujuh puluh tahun.” (Muttafaq Alaihi)
Kehidupan yang monoton serta keseharian yang berlangsung dalam kondisi yang sama membuat hidup begitu menjenuhkan. Sebagai hasilnya, banyak orang yang bosan dengan hidup mereka.
Akan tetapi Islam memberikan rasa yang berbeda dari kehidupan, yang akan menghilangkan rasa yang menjemukan itu, semua yang diperintahkan oleh islam ditujukan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik dan selalu baru. Allah berfirman: “Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)
Dalam shalat lima waktu tidaklah itu dilakukan kecuali untuk memecahkan kebosanan dalam keseharian. Shalat Jumat dilaksanakan satu kali dalam seminggu adalah untuk memecahkan kemonotonan dan menyegarkan kembali hati yang terbebani dan tercemari oleh banyaknya rutinitas dan pekerjaan selama satu minggu. Bulan romadhan menjadi pencerah dari kejenuhan satu tahun kita yang sibuk mengumpul harta, saat ramadhan tiba, maka kesibukan barupun ada yaitu kesibukan untuk mengumpulkan harta dan bekal akhirat. Ini merupakan saat yang tepat, karena setiap amalan dilipatkan gandakan oleh Allah.
Setiap tempat pemberhentian ini mempunyai pungsinya masing-masing, ia akan memperbaharui kembali jiwa-jiwa orang beriman dengan makna-makna baru sehingga kehidupan selalu menjadi baik. Maka tidak ada alasan untuk tidak menjadi baik, karena Allah SWT telah menyediakan kesempatan untuk membuat kehidupan kita menjadi baik.
Maka Ramadhan merupakan tempat pemberhentian yang besar dari stasiun-stasiun yang ada, yang di sana Allah membantu hamba-Nya yang ingin meningkatkan kwalitas dirinya menjadi hamba yang bertakwa, bahkan Allah membantunya dengan membelenggu setan sehingga tidak punya peran untuk menghalanginya dalam mencapai perbaikan diri dalam kehidupannya.
Ramadhan adalah napas dan karunia ilahi di dunia, di mana seseorang dapat memperbaharui kehidupan mereka dan memberikan mereka harapan. Ini berarti bahwa kehidupan di bulan Ramadan merupakan awal dan sarana untuk memperbaharui hidup untuk satu tahun ke depan. Maka di antara sarana untuk memperbaharui hidup di bulan ramadhan adalah sebagai berikut:
Pertama: Waktu sahur.
Ini merupakan waktu yang berkah yang banyak terbuang sia-sia sepanjang tahun, maka dengan kedatangan ramadhan akan mengingatkan pentingnya waktu yang berkah ini, jangan sampai waktu sahur hanya digunakan untuk menambah energi badan saja dengan makanan, padahal waktu inilah waktu yang sangat mahal untuk menambah energi ruhiyah dengan melaksanakan sholat qiyamullail. Pada sepertiga malam, Allah turun ke langit dunia sambil berfirman: “Apakah ada dari hambaku yang memohon ampunan, maka Aku akan ampuni dia, adakah dari hamba-Ku yang meminta rezeki, maka Aku akan berikan padanya.” Alangkah sangat malunya kita, di saat Allah turun ke langit bumi, menyaksikan hamba-Nya sambil menunggu waktu imsak tiba bukan dengan memperbanyak istighfar, namun dengan menghabiskan waktu yang berkah itu dengan menghisap rokok, dengan dalih besok puasa dari makan, minum dan merokok. Perhatikanlah firman Allah berikut:
كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan pada waktu sahur mereka memohon ampunan. (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)
Waktu sahur merupakan waktu memulai perubahan dalam kehidupan kita, saat yang tepat untuk memohon kepada Allah kebaikan agama, dunia dan akhirat kita.
Kedua: Sholat Shubuh berjamaah di masjid.
Ini pun merupakan waktu yang sering disia-siakan dan dilalaikan sepanjang tahun. Dengan datangnya ramadhan kembali menyadarkan kita bahwa sholat shubuh berjamaah di masjid adalah sholat yang disaksikan oleh malaikat.
Allah SWT berfirman: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. Al-Isra:78)
Rosulullah SAW bersabda:
بشر المشائين في الظلم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة يفزع الناس ولا يفزعون
“Berilah kabar gembira kepada mereka yang berjalan ke masjid di tengah kegelapan dengan cahaya pada hari kiamat, saat manusia takut mereka tidak merasa takut.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Ketiga: Memperbanyak berdoa.
Apalagi pada bulan yang berkah ini, yang mana doa orang berpuasa dikabulkan oleh Allah, sebagaimana sabda Rosulullah SAW: “Tiga hal yang doanya tidak ditolak, diantaranya: Seorang yang berpuasa sampai ia berbuka.”
Para ulama menjelaskan bahwa diletakkan ayat tentang berdoa di antara ayat-ayat berkenaan dengan puasa sebagaimana di dalam ayat: 186 surat Al-Baqoroh, yang terletak di antara ayat 183 dan 187.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqoroh: 186)
Ayat Ini mengisyaratkan bahwa doa pada saat berpuasa tidak ditolak. Berapa banyak hajat dan keperluan kita kepada Allah yang ingin dipenuhi, maka pada saat berpuasa di bulan ramadhan ini saat yang tepat untuk banyak memohon kepada-Nya.
Keempat: Membaca Al-Quran, mentafakuri dan mentadaburinya.
Bulan Ramdhan merupakan diturunkannya Al-Quran, sebagaimana firman Allah: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. (QS. Al-Baqoroh: 186)
Maka membaca Al-Quran pada bulan ramadhan sambil mentadaburinya khususnya pada bulan ramadhan bernilai pahala yang besar. Saat pada bulan-bulan lain saat orang-rang jauh dari Al-Quran, maka hal itu jangan sampai terjadi di saat ramdhan tiba. Al-Quran harus menjadi rutinitas utama di bulan ramadhan. Hendaklah bagi setiap orang beriman dapat menghatamkan minimal satu kali selama bulan ramadhan sambil mentadaburinya.
Kelima: Sholat berjamaah di masjid.
Romadhan menjadi moment yang tepat untuk kembali meramaikan masjid dengan sholat berjamaah. Saat semua orang bisa datang untuk sholat tarawih berjamaah di masjid, tentunya bukan hanya sholat tarawih saja, namun sholat yang lima waktu lainnya juga dapat dilaksanakan secara berjamaah.
Ada banyak cara untuk memperbaharui kehidupan kita dalam bulan Ramadhan, termasuk di antaranya banyak mendirikan qiyamullail, bersedekah dan menjalin kembali ikatan kekerabatan dan memahami makna persaudaraan. Itu semua memberi nuansa baru bagi kehidupan seorang muslim.
Sarana yang paling penting dalam memperbaharui kehidupan adalah seperti yang dinyatakan di dalam Al-Quran ketika menjelaskan puasa di bulan Ramadan, yaitu Al-Quran, maka memperbanyak membaca Al-Quran dan mentadaburinya selama bulan ramadhan adalah cara utama untuk meningkatkan kualitas iman dan membangun kesadaran memahami nilai-nilai kehidupan di dalam islam.
Yang tak kalah pentingnya untuk memperbaharui kehidupan seorang muslim dari nilai ramadhan adalah dengan sedikitnya satu jam membaca siroh dan biografi Nabi Muhammad SAW, mempelajari dan mengikuti kehidupan Rosulullah SAW, dengan begitu ada acuan dan panduan kehidupan seperti apa yang semestinya diikuti oleh orang-orang beriman.
Semua sarana ini adalah awal untuk menjalani kehidupan baru yang lebih baik, dan bukanlah merupakan sebuah akhir, banyak orang berpikir bahwa meningkatkan ibadah itu hanya di bulan ramadan saja, mereka giat membaca dan meningkatkan kwalitas dirinya, serta bertaubat dengan sebenar-benarnya. Setelah ramadhan berakhir berakhir pulalah kebiasaan baik yang telah ia laksanakan. Maka ini merupakan sebuah kemunduran. Ramadhan merupakan percikan yang harus selalu masing-masing dari kita untuk menjaga kesinambungannya. Karena Iman dan amal sholeh itu tidak memiliki musim yang ketika berakhirnya musim itu berakhir pulalah keimanan dan amal sholeh.
Wallahu a’lam bishowab.
Oleh Zulhamdi M. Saad, Lc
Ketika Ramadhan mulai tiba, hampir semua orang ingin memberikan ucapan "Selamat Ramadhan dan Mohon Maaf". Melalui posting kali ini, saya ingin menulskan ulang beberapa sms yang masuk di HP saya, ucapan yang cukup memberikan inpirasi kepada kita, mungkin boleh juga untuk kita copy dan kirim kembali ke saudara dan rekan kita:
1. Dari politisi yang pandai berpantun, siapa lagi kalau bukan Pak Tif.
Kalau cemara tak ada di taman
Manalah sejuk udara di desa
Kalau saudara tak beri maafan
Manalah tenang kami puasa.
Mohon Maaf lahir dan bathin.
Tifatul Sembiring dan Kel.
2. Dari Hj. Aji Lina Rodiah (Jamaah Haji Maghfiroh Travel 2008)
Jernikan jiwa sebening embun
Endapkan hati seputih kapas
Marhaban Ya Ramadhan..
Di bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf atas segala khilaf dan dosa, untuk lidah yang tak terjaga, hati yang berprasangka, janji yang terabaikan serta tingkah laku yang kadang menyakitkan hati saudara, keluarga, kerabat n handai taulan agar silaturrahim di antara kita tetap terjaga. Selamat menunaikan ibadah puasa 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin
(Aji Lina dan Kel)
3. Dari Hj. Farida (Jamaah Haji Talbia 2006)
Ya Allah..
Perkayalah saudaraku ini dgn keilmuan
Hiasi hatinya dgn kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindahlah fisiknya dengan kesehatan
Serta terimalah ibadahnya dengan berlipat ganda
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan
Mohon Maaf lahir Bathin
Hj. S Farida Sutejo & Kel
4. Dari Pak H. Deden (Jamaah Haji Talbia 2006)
Doa malaikat Jibril jelang Ramadhan,
"Ya Allah,tolong abaikan puasa umat Muhammad, bila sebelum memasuki ramadhan dia tidak melakukan hal berikut:
mohon maaf pd orang tuanya (jika masih ada), bermaafan antara suami istri, bermaafan dengan orang sekitar , maka Rosulpun mengaminkan 3x.
untuk itu perkenankan saya dan keluarga untuk memohon maaf atas segala khilaf dan salah selama ini. Amien.
(Deden & Kel/Indofarma). Wassalam
5. Dari Hj. Erna Swadesi (Jamaah Haji Maghfirah 2008)
Ya Allah berkahilah kami dan saudara kamipada bulan ramadhan ini, ampunilah dosa-dosa kami, sucikan hati kami menyambut bulan Ramadhan.
Mohon mAaf lahir & batin
(Erna Swadesi& Kel)
6. Dari Hj. Rokhani (Jamaah Haji Maghfirah Travel dari Tenggarong)
Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia mendung
Jika hati seindah bulan, hiasi dengan iman
Seiring terbenam mentari di akhir sya'ban
Marhaban Ya Ramadhan..
Selamat berpuasa, mohon maaf lahir & bathin..
Hj. Rokhani & Keluarga
7. Dari Uni (Jamaah Umroh Talbia Travel 2006)
Terselip khilaf dalam canda
Tergores luka dalam tawa
Terbersit pilu dalam tingkah laku
Walau langkah tak bertemu
Tangan tak berjabat
Ucapan tak terdengar
Izinkanlah mengucapkan: Selamat menyambut bulan yang suci.
Mohon Maaf Lahir Bathin.
8. Dari Hj Normalawati (Jamah Haji Maghfiroh Travel 2008)
Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk ingin sesuatu, pahamilah bahwa Allah punya sejuta tahu akan kebutuhan kita. Awali hari ini dgn sejuta syukur & keikhlasan.
Nikmati setiap detik waktu yang berdetak dgn istiqomah & keikhlasan.
Dan akhiri hari dengan senyuman dan kesabaran.
Selamat memasuki Ramadhan dan menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf atas kesalahan. Semoga sukses sellau menyertai kita, amiin.
(Normalawati Sekeluarga)
9. Dari Kak Fir dan Keluarga
Hidup ini hanya sebentar.
Sebentar senang, sebentar sedih. Sebentar marah, sebentar baik.
Sebentar kaya, sebentar bokek. Sebentar lagi puasa, jadi mohon maaf lahir bathin. Semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah SWT. Amiin.
(Akmal, Ern, Muti, Subhan, Farhan)
10. Dari Ust. Lili Nur Aulia
Allah, Engkau tahu hati kami kian muram karena dosa. Jiwa kami kian letih mengejar dunia. Lalu Kau hamparkan Ramadhan untuk kami. Agar muramnya hati kami memperoleh kesempatan untuk dibasuh. Agar letihnya jiwa kami tersegarkan dengan tuntunan akhiratMu.
(Selamat menunaikan ibadah Ramadhan - M. Lili Nur Aulia dan Kel)
11. Dari Idrus Al-Jufri (Teman di Madinah)
Ramadhan saatnya membersihkan hati melebur dosa dan nafsu keduniawian. Jadikan Ramadhan sebagai penyejuk hati, penyempurna amal indah kita. Mohon dimaafkan atas segala salah dan khilaf, Ramadhan Kareem. -Idrus-
12. Dari Ammar Abdul wahid (kawan yang selalu punya sms unik dari Madinah)
Kami bertiga SBY, Boediono dan Ammar mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga amal ibadah puasa ramadhan kita di tahun ini diterima oleh Allah SWT. Amiin..
(Mungkin ia diangkat menjadi salah satu ajudan SBY untuk periode 2009-2014 ini.. he..he..he.. )
Pengumuman Kelulusan Mahasiswa Universitas Islam Madinah 1430-1431 H / 2009-2010 M (Versi Bahasa Indonesia)
Diposkan oleh Zulhamdi M. Saad, Lc di Selasa, Agustus 11, 20091. Abdul Aziz Firdaus
2. Mufasir Arif
3. Puji Yahya Jabir Yahya
4. Khalid Saifullah Muhamad As’ad
5. Wahyudin Ahmad Marjun
6. Ahmad Shobri Marzuki Ramli
7. Rusmin Nuryadin
8. Bashri Jidah
9. Dahrul Falihin
10. Hermawan Lila Jamaluddin
11. Hartono Johan
12. Muhamad Dzulfadhli Ma’shum Al-Yusfi
13. Didi Wibawa Nasef Suradi
14. Makki Syarif Hidayatullah
15. Agus Salim Qomaruddin
16. Aan Sendra Thalib
17. Muhamad Yusuf Rustam
18. Hendro Ali Ghafur
19. Ridwan Hambali Ilyas
20. Surahman Yati
21. Muhamad Dhiya ul Haq Muhamad Qosim
22. Mu’amar Ma’ruf
23. Fahmi Bahrisy
24. Faiz Sofyan Mayoto
25. Asfranza Zawawi
26. Imam Ali Al-Bantani
27. Qaysar Watemena
28. Tiyas Rizkiyadi
29. Dzulkifli Ahmad
30. Idrus bin Abdurrahman As-Saggaf
31. Ahmad Syakir Jufry
32. Riki Ristiyanto Kuliyani
33. Ahmad Amiruddin
34. Slamet Walid
35. Satria Habibi
36. Muhamad Ghazali Husain Kimu
37. Rahmat Badani
38. Murtala Mahmud
39. Ahmad Shobirin Tasmuri
40. Dedi Syahputra
41. Husain Abdul Aziz Arbi
42. Rifaq Ashfiya
43. Sayudi bin Sabudin
44. Ihsan Abdul Aziz
45. Muhamad Hidayat Mushtofa
46. Abdullah Zainuddin Nawi Tokagil
47. Muhamad Asrar Habibi Qazwayni
48. Harits Hermawan
49. Muhammad Thariq Kasuba
50. Elemin Amiruddin
51. Winas Saputra Adiatama
52. Asrarul Anwar bin Syams
53. Sayyid Tashdiq Abdul Muthalib
54. Ragil Wijakusono
55. Rizki Narindra Putu Badri
56. Maulana Abdul Aziz Dzulkifli
57. Larwadi Ladina
58. Ismail Dali Zabir Dali
59. Muttaqin Imam Sucipto
60. Muhammad Taqy Rumakat
Pengumuman Kelulusan Mahasiswa Universitas Islam Madinah 1430-1431 H. / 2009-2010 M. (Versi Bahasa Arab)
Diposkan oleh Zulhamdi M. Saad, Lc di Selasa, Agustus 11, 2009
Inilah Mungkin yang banyak dinanti oleh kawan-kawan di tanah air. Alhamdulillah pengumuman kelulusan calon mahasiswa baru di Universitas Islam Madinah sudah diumumkan. Bagi yang lulus, saya ucapakan "Selamat" semoga inilah yang terbaik bagi antum. Bagi yang belum lulus, bersyukurlah.. Karena boleh jadi ada skenario lain yang yang telah dipersiapkan Allah untuk antum. Di manapun antum berada, semoga ada kontrubusi terbaik antum buat agama dan dakwah. Alhamdulillah tahun lebih lebih banyak berjumlah 60 orang, berikut adalah nama-namanya:
أسماء طلاب المقبولين في الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة
من دولة إندونيسيا للعام الجامعي 1430/1431 هـ
عبد العزيز فردوس
مفسر عارف
فوجي يحيى جبير يحيى
خالد سيف الله محمد أسعد
وحي الدين أحمد مرجون
أحمد صبري مرزوقي رملي
روسمين نوريادين
بصري جدة
دهر الفالحين
هيرماوان ليلى جمال الدين
هرتونو جوهان
محمد ذو الفضلي معصوم اليوسفي
ديدي وباوا ناسيف سورادي
مكي شريف هداية الله
أغوس سالم قمر الدين
أأن سندرا طالب
محمد يوسف روستام
هندرو علي غفور
رضوان حمبلي إلياس
سورحمان ياتي
محمد ضياء الحق محمد قاسم
معمر معروف
فهمي باحريش
فائز صفيان مايوتو
أسفرانزا زواوي
إمام علي البنتاني
قيصر واتيمينا
تياس رزقيادي
ذو الكفل أحمد
عيدروس بن عبد الرحمن السقاف
أحمد شاكر جفري
ريكي ريستيانتو كولياني
أحمد أمير الدين
سلاميت وليد
ساتر يا حبيبي
محمد غزالي حسين كيمو
رحمت بدني
مرتالا محمود
أحمد صابرين تسموري
ديديشاه فوترا
حسين عبد العزيز عربي
رفاق أصفياء
سايودي بن سابودين
إحسان عبد العزيز
محمد هدايات مصطفى
عبد الله زين الدين ناوي توكجيل
محمد أسرار حبيبي قزويني
حارث هرماوان
محمد طارق كاسوبا
إيليمين أمير الدين
ويناس سفاتورا أدياتاما
أسرار الأنوار بن شمس
سيد تصديق عبد المطلب
راغيل ويجاكسونو
رزقي ناريندرا بوتو بدري
مولانا عبد العزيز ذو الكفل
لارودي لادينا
إسماعيل دالي زبير دالي
متقين إمام سوجبتو
محمد تقي روماكات
Note Blog :
Bagi yang nama-namanya tercantum di atas, segera urus berkas-berkas persyaratan. Biasanya yang akan mengurusi keberangkatan mahasiswa baru ke Madinah adalah Ust. Abdullah Baharmus. HP beliau : 0811 812 141 / 0815 1433 7104.
Keberangkatan biasanya bersamaan dengan mahasiswa lama pada bulan Syawal sekitar tanggal 8 syawal. Semoga informasi ini bermanfaat buat antum semua. Jangan lupa doain ana di Raudhoh kalau udah di Masjid Nabawi.. Semoga ana dan keluarga bisa balik ke Saudi lagi. Amiin.. :)






















