Masa tua renta adalah fase kembalinya seseorang seperti anak-anak. Tanpa keceriaan anak-anak dan kepolosan mereka yang disenangi semua orang! Orang tua itu terus kembali ke belakang. Kemudian ia melupakan apa yang telah ia ketahui, sarafnya melemah, pemikirannya melemah, daya tahannya melemah, hingga akhirnya ia menjadi anak-anak. Namun jika anak-anak itu disenangi bicaranya yang salah-salah dan menarik hati dan perhatian setiap kali ia berbuat kekeliruan, maka seorang tua renta itu sebaliknya.
Labels: Perjalanan, Quran
Mengembalikan Keindahan Islam dengan Berjamaah di Masjid
1 comments Posted by Baba maher at 5/19/2009Dari ketinggian nilai syariat islam adalah disyariatkannya berbagai macam ibadah yang dikerjakan secara bersama-sama dan berjamaah. Seperti halnya juga dianjurkan untuk melakukan musyawarah dalam memecahkan permasalahan keluarga, masyarakat dan negara. Maka akan banyak manfaat yang dapat diraih. Kemudian akan nampaklah keagungan dan kemuliaan nilai syariat islam. Sebagai perwujudan yang luas dari perintah Allah:
يا أيُّهَا الذين آمنُوا اركعُوا واسْجُدُوا واعْبُدُوا ربَّكم وافعَلوا الخيْر لعلَّكم تُفلِحُون وجَاهدوا في الله حقَّ جهادِهِ
"Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya".
Labels: Khutbah
Di tengah aktivitas kita sehari-hari yang sibuk dengan urusan keduniaan, di selah-selah itu juga kita isi dengan ibadah rutin berupa sholat lima waktu. Namun kadang ibadah itu hanya menjadi rutinitas wajib yang kita lakukan. Padahal sholat hendaklah menjadi yang utama, sedangkan rutinitas sehari-hari adalah tambahan belaka.
Tujuan sholat yang kita lakukan adalah agar jiwa kita selalu bersih dan suci dari pengaruh-pengaruh atas rutinitas mengarah kepada hal negatif dan keji. Para Rosul ’alaihimusholatu wassalaam diutus kepada umat-umat manusia dari masa ke masa adalah untuk mengingatkan umat manusia kepada ayat-ayat Allah, mengajarkan hidayah-Nya dan mensucikan jiwa dengan ajaran-Nya, di dalam doa Nabi Ibrahim untuk anak cucunya
Labels: Khutbah
Rosulullah merupakan suritauladan bagi umatnya, begitu juga dalam hal menikah. Rosulullah banyak menikahi istri-istrinya pada masa periode dakwah di Madinah. Ia hanya menikahi Khodijah ketika pada masa periode dakwah di Mekah sampai Khodijah meningal dunia, setelah wafatnya Khodijah, Rosulullah menikahi Saudah binti Zum’ah rodhiyallahu anha.
Adapun Aisyah adalah wanita pertama yang dinikahi Rosulullah pada masa dakwah Rosulullah di Madinah. Kemudian Rosulullah menikahi Hafshoh, lalu Zainab binti Khuzaimah, lalu Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah, lalu Zainab binti Jahsyi, kemudian Juwairiyah binti Al-Harist, kemudian Ummu Habibah Romlah binti Abu Sufyan, kemudian Sofiyah binti Huyyi bin Akhtob, kemudian Maimunah binti Al-Harist Al-Hilaliyah
Labels: kehidupan
Pemandangan ketelanjangan dan terbukanya aurat pernah terjadi ribuan tahun lalu, saat Adam dan Hawa memakan buah di surga, namun mereka segera menutupinya dengan daun-daun surga. Pemandangan itupun pernah dilakukan oleh masyarakat jahiliyah dalam ritual ibadah yang mereka anggap peninggalan nenek moyang yang perlu dilestarikan saat thowaf mengelilingi ka'bah. Saat ini pemandangan ketelanjangan pun banyak terjadi, namun dengan banyaknya pabrik pakaian belum mampu menutupi keterbukaan aurat yang sengaja diobral murah.
Labels: Quran
Dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani, berbagai macam cara yang ditempuh oleh manusia untuk mencari sesuatu yang dapat melegahkan jiwanya, mencari kemuliaan di tengah-tengah manusia. Bebagai cara dilakukan, baik dengan cara yang terhormat ataupun bukan, yang sesuai dengan tuntunan syariat ataupun bukan. Bahkan kadang tak memperdulikan nilai-nilai norma dalam agama dan masyarakat. Ketika kebutuhan jiwa terpenuhi, perasaan bahagiapun tersegarkan, kemudian merasa bangga dan mulia. Namun kadang kala kebanyakan orang melupakan hakikat dan karakteristik kemuliaan yang sebenarnya yang Allah SWT gambarkan di dalam Al-Quran.
Labels: Khutbah, Perjalanan
Sudah berlalu ribuan tahun kisah mencekam ini berlalu, namun nafas kita akan tertahan tatkalah mengikuti perjalanan kisah ini, seakan-akan kita menyaksikan sendiri peristiwa sejarah ini. Masih terbayang kisah subuh di situ gintung yang menghanyutkan semua harta benda, meninggalkan kedukaan atas mereka yang terbawa arus air deras.
Kisah ini lebih mencekam, yaitu saat kapal yang membawa Nabi Nuh dan orang-orang beriman ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Kengerian pada alam yang membisu dan ketakutan di dalam jiwa menjadi satu. Dalam suasana itu terjadi dialog yang diabadikan Al-Quran antara sang ayah dan anak kandungnya. Tawaran sang ayah ditolak lantaran sang anak percaya akan selamat dengan mencari perlindungan di gunung yang tinggi.
Labels: Quran
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِير
"Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". (QS. Al-Qoshosh: 24)
Itulah doa yang dilafazkan oleh nabi Musa a.s setelah memberi minum ternak milik kedua putri nabi Syu'aib, lalu ia duduk di tempat yang teduh dan memohon segala kebaikan dari sisi Allah. Yang mana sebelumnya telah diikuti oleh doa-doanya yang lain. Tatkala nabi Musa a.s keluar dari kota Mesir karena pembesar-pembesar negeri itu berunding untuk membunuhnya, nabi Musa a.s keluar dengan perasaan penuh khawatir dan takut jikalau ada orang yang mengejar untuk menangkapnya, nabi Musa berdoa:
Labels: Quran
